Gerakan Aceh Merdeka


Gerakan Aceh Merdeka (1976-2005)


Gerakan Aceh Merdeka atau biasa disebut GAM adalah gerakan separatis yang dibentuk oleh masyarakat Aceh sendiri pada sekitar tahun 1976 sampai 2005 dan gerakan tersebut bersenjata, gerakan itu dibentuk karena masyarakat Aceh dengan tujuan untuk memisahkan diri dari Indonesia. Gerakan Aceh Merdeka dipimpin oleh tokoh Aceh yang bernama Hasan Tiro, motivasi Hasan Tiro membentuk Gerakan Aceh Merdeka karena adanya rasa kekecewaan dengan kebijakan yang dibentuk pemerintah pusat karena dianggap sentralistis


Hasan Tiro lahir pada tanggal 25 September 1925 dan meninggal pada tanggal 3 Juni 2010 pada umurnya yang ke 84 tahun. Peran Hasan Tiro dalam Gerakan Aceh Merdeka sangat berpengaruh karena Hasan Tiro merupakan pendiri sekaligus pemimpin dari gerakan separatis tersebut. Walaupun Hasan Tiro tidak langsung turun ke lapangan saat konflik, tetapi Ia sangat berpengaruh karena Hasan Tiro yang mengatur strategi dan juga tujuan dari gerakan separatisme Aceh tersebut. Hasan Tiro menjadi simbol keberanian masyarakat Aceh.


Konflik antara Gerakan Aceh Merdeka dengan pemerintah pusat berlangsung selama hampir 30 tahun lamanya, konflik berakhir pada tahun 2005 dengan penandatanganan perjanjian Helsinki yang menghasilkan kesepakatan damai dan ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005 lebih tepatnya di negara Finlandia. Isi dari perjanjian Helsinki yaitu berkaitan dengan penyelesaian konflik yang terjadi di Aceh, isi dari perjanjian terssebut ada Hak asasi manusia, amnesti dan reintegrasi masyarakat hingga pengaturan keamanan seperti penyerahan senjata GAM.


Dari kesepakatan yang sudah ditandatangani di Helsinki, pastinya ada beberapa penyebab atau faktor utama dari alasan GAM ingin berdamai dengan pemerintah pusat dan segera mengakhiri konflik. Ada 2 faktor utama yang menyebabkan GAM ingin berdamai dengan pemerintah pusat yaitu : 

Darurat Militer 2003


Tsunami Aceh 2004

Dampak dari kesepakatan Helsinki bagi masyarakat Aceh sendiri adalah hal yang positif dari berbagai bidang seperti perekonomian, pendidikan, dan juga sosial. Setelah ditandatanganinya kesepakatan Helsinki, masyarakat Aceh hidupnya sudah tidak lagi takut karena konflik sudah berakhir dan bisa hidup dengan tenang tanpa adanya ketegangan konflik antara GAM dan pemerintah pusat.


Komentar