Cancel Culture

CANCEL CULTURE

Definisi Cancel Culture

Cancel culture dalam bahasa Indonesia memiliki arti “pembatalan budaya”. Hal tersebut bisa didefinisikan sebagai boikot seseorang ataupun kelompok karena perbuatannya yang dianggap salah menurut banyak orang. Mereka yang melakukan tindakan cancel culture tidak hanya menginginkan permintaan maaf saja dari pihak yang mereka boikot, tetapi mereka menginginkan lebih dari permintaan maaf ataupun mengakui kesalahannya, karena menurutnya permintaan maaf saja tidak cukup. Tujuannya tidak begitu jelas dari apa yang sudah mereka boikot, tetapi terkesannya lebih ke melakukan dendam dengan cara cancel culture. Cancel culture bukan hanya boikot ke satu orang ataupun lebih, tetapi juga mereka bisa memboikot perusahaan, merk, dan sebagainya.

Cancel Culture Di Masyarakat Beserta Dampaknya Dan Budaya Yang terjadi

Dalam kehidupan masyarakat, seorang yang terkena cancel culture biasanya merupakan orang-orang yang melanggar norma sosial, mempunyai jejak digital yang buruk, melakukan tindakan yang bisa merugikan pihak lain dan seorang yang memiliki pernyataan kontroversial. Salah satu contoh yang bisa terjadi didalam masyarakat adalah pernyataan kontroversial, Negara Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi untuk setiap orang mempunyai hak kebebasan berpendapat. Tetapi ada juga pendapat yang dianggap sangat kontroversial dan tidak dapat diterima oleh masyarakat seperti seseorang yang mengatakan bahwa Ia tidak begitu peduli dengan konflik yang terjadi diluar negara seperti konflik Israel-Palestina, namun banyak masyarakat yang menganggap bahwa orang tersebut tidak mempunyai rasa kemanusiaan.

Cancel culture dinilai sebagai hal yang positif dalam kehidupan sosial, karena tindakan tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat masih peduli dengan prinsip moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut terkait dengan teori kontrol sosial menurut Edwin H. Sutherland yang menyatakan bahwa cara-cara masyarakat dalam menegakkan norma dan aturan melalui cara yang formal yaitu hukum dan regulasi, cara yang informal yaitu opini publik.

Dampak cancel culture sendiri di masyarakat adalah membentuk budaya kebencian, tindakan cancel culture biasanya sering berujung pada serangan personal dan penghinaan. Selain itu, bisa mendorong budaya "penghakiman cepat" terjadi untuk cepat menghakimi dan mengakibatkan penghakiman tanpa adanya belas kasihan. Biasanya setelah dicancel, mereka yang lakukan cancel tidak mengampuni dan tidak memberi kesempatan kedua untuk berubah kepada korban yang terkena cancel culture, hal tersebut juga bisa menimbulkan budaya "tanpa dialog" yang tidak memberikan ruang untuk klarifikasi kepada korban

Cancel Culture Dalam Tanggapan Iman Kristen Beserta Contoh Kasus

Iman kristen dalam menanggapi cancel culture adalah meneladani Yesus Kristus, tindakan yang Yesus lakukan kepada orang-orang yang telah melakukan tindakan cancel culture yang sudah parah kepadanya yaitu dengan mengampuninya. Dizaman sekarang, umat kristen dalam menghadapi cancel culture yaitu mereka percaya bahwa hukum tabur tuai itu ada berdasarkan dengan apa yang tercatat didalam injil.

Cancel culture dapat diatasi secara melalui perintah yang tertulis didalam alkitab dalam agama kristen, Yesus mengatakan dalam injil Lukas 6:27-28 yang berisikan "kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu." selain itu, cancel culture sering kali tidak mengampuni orang-orang yang sudah salah dan. Dikatakan dalam injil Kolose 3:13 yang berisikan "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." ayat tersebut menegaskan bahwa sebagai umat kristen, harus mengampuni orang lain karena kita telah diberi pengampunan oleh Tuhan

Dalam agama Kristen, seperti apa yang dialami oleh Yesus Kristus. Yesus sering ditolak dan dikritik keras oleh pemimpin-pemimpin pada zamannya. Banyak orang-orang dizaman itu ingin menjatuhkan dan melakukan cancel culture kepada Yesus seperti menjelekkannya di depan umum yang termasuk ke teori kontrol sosial juga yang adalah opini publik. Cancel culture yang dialami Yesus berbeda dengan apa yang biasanya orang-orang mengalami saat terkena cancel culture, orang-orang biasanya mengalami kehancuran setelah terkena cancel culture, tetapi penolakan masyarakat yang dialami oleh Yesus pada zamannya merupakan bagian dari rencana keselamatan.

Dengan kata lain, meskipun Yesus ditolak banyak masyarakat pada zamannya, hal itu menjadi penunjuk bahwa kasih dan pengampunan lebih kuat dibanding kekerasan dan kebencian. Hal tersebut dicatat dalam injil Lukas 23:24 dan Yesus berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."yang dilakukan bukan dengan membalas penolakan atau kebencian, tetapi kasih dan pengampunan seperti apa yang Yesus lakukan saat Ia disalibkan

Kesimpulan

Kesimpulannya, Cancel culture adalah hal yang positif untuk dilakukan dalam kehidupan sosial. Namun penting untuk melakukan tindakan tersebut dengan pemikiran kritis agar bisa mendapatkan dan menilai informasi dengan benar, dalam kata lain yaitu tidak menelan informasi dengan sembarangan. Dan juga dibutuhkan pemikiran yang benar-benar matang agar bisa membedakan antara menegur dengan menjatuhkan orang lain. Kedua hal diatas harus dilakukan dalam melakukan tindakan cancel culture supaya tidak mudah terpengaruh oleh emosi banyak orang dan juga informasi yang tidak jelas sumbernya agar tindakan cancel culture tersebut tidak negatif yang bisa merugikan banyak pihak

Komentar