Perang korea adalah perang antara Korea Selatan dengan Korea Utara dan terjadi setelah perang dunia 2, perang korea dimulai pada tahun bulan Juni 1950 dan berakhir pada bulan Juli 1953 diakhiri dengan penandatanganan gencatan senjata yang berisikan bahwa Korea telah dibagi menjadi 2 bagian negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara
Awal mula perang ini terjadi yaitu Korea Utara yang didukung oleh Uni Soviet melakukan Invasi Korea Selatan yang disaat itu juga didukung oleh Amerika Serikat. Perang 3 tahun itu memakan sekitar 3 juta korban jiwa dan puluhan ribu korban lainnya. Disaat itu Korea Utara sudah dikendalikan pengaruh oleh Uni Soviet dan Korea Selatan hanya bisa mengandalkan dukungan yang diberikan oleh Amerika Serikat, Korea utara pada tahun 1948 mendirikan personil tentara yang bernama Tentara Rakyat Korea dan pada pertengahan tahun 1950 memiliki jumlah personil sebanyak 223.000 orang.
Pada tahun 1950, Korea Utara mulai menyerang Korea Selatan dan berhasil menjebak pasukan Korea Selatan dan Amerika di sekitar pelabuhan Busan yang merupakan pelabuhan terbesar di Korea Selatan. Tidak lama setelah penyerangan tersebut, PBB segera merespon dengan mendorong anggota-anggotanya untuk mendukung Korea Selatan dan kemudian banyak Negara-negara yang mendukung dengan mengirim pasukan tentaranya untuk mendukung Korea Selatan dalam melawan Korea Utara dan beberapa negara diantaranya yaitu Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, India, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.
Pasukan PBB yang disaat itu dibawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur memerintahkan pasukannya untuk mendaratkan amfibi di Inchon yang merupakan sebuah pelabuhan di dekat ibu kota Korea Selatan dan berhasil merebut kembali Seoul dalam waktu singkat, setelah operasi tersebut berhasil, MacArthur tetap bergerak memerintahkan pasukannya untuk pukul mundur pasukan Korea Utara sampai ke Sungai Yalu yang merupakan perbatasan antara Cina dengan Korea Utara.
Dengan mundurnya pasukan Korea Utara sampai ke sungai Yalu, hal itu menyebabkan Cina untuk mengirim pasukan untuk mendukung Korea Utara dan mencegah pasukan PBB mendekati perbatasan antara Cina dengan Korea Utara. Pasukan yang dikirim oleh Cina adalah pasukan yang tidak kalah kuatya dengan pasukan PBB sehingga berhasil untuk pukul mundur pasukan PBB kembali ke selatan dan pertempuran pun menjadi lebih sengit karena adanya Cina yang mendukung Korea Utara.
Dengan pukul mundurnya pasukan PBB, hal ini kemudian membuat MacArthur untuk berencana dengan menulis surat kepada ketua DPR Joe Martin dan surat itu berisikan “jika Amerika dapat menang dengan perang habis-habisan" dan surat itu berartikan mengebom pangkalan Manchuria. Setelah mendapatkan surat itu, Presiden dan beberapa pemerintah Amerika Serikat lainnya menentang cara yang dilakukan MacAthur kemudian menyebabkan ketegangan antara MacArthur dengan pemerintah Amerika Serikat, dan kemudian Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman memecat MacArthur karena ketidaksetujuan dengan rencana MacArthur yang berencana untuk melancarkan penyerangan ke Cina besar-besaran karena khawatir rencana ini bisa menyebabkan Perang Dunia ke-3.
Kemudian perang ini diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan Juli 1953 dan ditandatangani yang berisikan persetujuan tentang pembagian korea yang menjadi 2 negara yaitu Korea Utara dan Korea Selatan, gencatan senjata ini ditandatangani oleh pejabat dari beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Cina, Korea Utara, dan Korea Selatan.
Dengan dibaginya korea menjadi 2 negara, pastinya dari kedua negara ini memiliki budaya-budayanya tersendiri meskipun dari satu bangsa yang sama. Perbedaannya bisa dilihat dari berbagai aspek kehidupan sehari-hari, cara berpakaian, dan sejenisnya. Berikut perbedaan budaya antara Korea Selatan dengan Korea Utara :
Pakaian dan penampilan :
- Korea Utara : pakaian yang berasal dari Korea Utara lebih sederhana, dan aturan berpakaian maupun penampilan di Korea Utara sudah di atur ketat dari bagaimana mereka harus berpakaian. Tidak hanya untuk warga saja, peraturan-peraturan ini juga berlaku untuk pejabat-pejabat Korea Utara seperti Istri dari Presiden Korea Utara yaitu Ri Sol-Ju yang pakaian, pemilihan warna pakaian, rambut dan makeup yang sudah ditentukan dan hal ini juga berlaku kepada warga Korea Utara.
- Korea Selatan : warga Korea Selatan dalam berpakaian lebih bebas jika dibandingkan dengan Korea Utara, mereka sangat mengikuti tren berpakaian yang berkembang di dunia barat.
- Korea Utara : di Korea Utara, negara ini mempunyai sistem satu partai dan hanya boleh 1 partai saja. Di Korea Utara masyarakatnya tidak mendapatkan hak kebebeasan berbicara dan Presiden di Korea Utara dipandang hampir seperti Dewa dan memiliki kontrol penuh kehidupan masyarakatnya.
- Korea Selatan : Korea Selatan menganut sistem demokrasi yang dimana partai politik boleh lebih dari 1 dan warga Korea Selatan mendapatkan hak kebebasan berbicara karena pemerintahannya bebas dan adil.
- Korea Utara : semua media di Korea Utara sudah dikendalikan penuh oleh pemerintah dan pemimpin Korea Utara, dan semua isi dari telivisi, film dan radio berfokus kepada propaganda dan pujian terhadap Pemimpin tertinggi di Korea Utara.
- Korea Selatan : Industri hiburan dan media di Korea Selatan sangat beragam. Kpop, film, dan drakor (drama korea) sangat populer di Korea Selatan. Hal ini membuat budaya-budaya yang berada di Korea Selatan lebih mudah dikenal di kanca Internasional.
- Korea Utara : Korea Utara menjadi salah satu negara yang terisolasi dari dunia luar, sangat sulit budaya asing untuk masuk ke Korea Utara karena negaranya mengontrol dan sangat ketat dan sangat minim infomasi yang didapatkannya dari luar negara karena akses yang sangat terbatas sehingga sangat sulit budaya Korea Utara diperkenalkan keluar maupun budaya luar masuk ke dalam Korea Utara.
- Korea Selatan : Korea Selatan adalah negara yang begitu terbuka sehingga sangat mudah budaya Korea Selatan keluar dan bahkan diperkenalkan melalui industri film seperti drakor (drama Korea) yang sudah sangat populer di Asia bahkan seluruh dunia.
- Korea Utara : Sistem pendidikan di Korea Utara sudah dirancang oleh pemerintah korea Utara untuk selalu berfokus kepada ideologi komuis dan selalu setia kepada Presiden dan negara.
- Korea Selatan : Sistem pendidikan sangat kompetitif, di Korea Selatan lebih berfokus kepada akademis dan persiapan ujian untuk masuk ke universitas dan murid di Korea Selatan dibebaskan untuk berpikir dan belajar









Komentar
Posting Komentar