Jerman Barat dan Jerman Timur mempunyai ideologi yang berbeda yang merupakan salah satu penyebab terpbaginya Jerman menjadi dua negara yang masing-masing menganut sistem ideologi yang berbeda. Jerman Barat (Republik Federal Jerman) menganut ideologi kapitalisme dan demokrasi liberal, negara ini mengikuti sistem ekonomi pasar bebas yang dimana perusahaan swasta yang mengatur perekonomian agar mendapatkan keuntungan pribadi tanpa campur tangan pemerintah. Jerman Barat juga menganut sistem demokrasi multipartai yang merupakan kebebasan dalam politik seperti kebebasan berbicara dan hak asasi manusia dan negara ini beraliansi dengan negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman) menganut sistem ideologi komunisme, Jerman Timur merupakan negara yang memiliki satu partai yang bernama partai sosialis uni soviet (SED) yang didukung oleh Uni Soviet. Dari sini perekonomian dijalankan dan dikelola oleh negara dengan tujuan menghilangkan yang namanya kelas sosial karena sistem ini menjunjung kesetaraan. Jerman Timur dalam politiknya tidak mempunyai kebebasan seperti hak berbicara dan hak asasi manusia dibatasi dan Jerman Timur beraliansi dengan Uni Soviet.
Dampak dan kesenjangan sosial yang terjadi dengan adanya tembok Berlin ini yang terjadi yaitu Jerman Timur mengalami kualitas hidup yang rendah dalam bidang pendidikan dan kesehatan dan juga kualitas hidup mereka lebih rendah jika dibandingkan dengan Jerman Barat. Hal ini bisa terjadi karena Rakyat Jerman Timur masih dikendalikan oleh negara Uni Soviet yang bisa mengahmbat kemajuan mereka. Selain itu juga banyak keluarga ataupun teman yang terpisah hanya karena tembok Berlin, dan untuk melintasi perbatasan antara Jerman Timur dan Jerman Barat yaitu harus ada izin khusus yang bisa meminimalisir pembelotan Rakyat Jerman Timur ke Jerman Barat.
Sejarah berdirinya Tembok Berlin ini bermula dari pembagian wilayah Jerman oleh pihak sekutu setelah berakhirnya Perang Dunia 2, pada 1949 Jerman awalnya dikuasai oleh 4 negara yang kemudian terbagi menjadi 2 wilayah yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Dengan adanya pembagian antara Jerman Barat dan Jerman Timur, perkembangan diantara kedua wilayah ini sangat berbeda. Jerman Timur yang kekuasaannya masih bergantung kepada Uni Soviet sedang mengalami perekonomian yang anjlok karena banyaknya pekerja-pekerja buruh yang melakukan mogok kerja. Di Jerman Barat negara yang menganut paham kapitalis mengalami perkembangan ekonomi yang stabil. Karena perbedaannya perkembangan ekonomi dikedua wilayah tersebut, maka pemimpin Jerman Timur pada masa itu Wilhelm Pieck berencana untuk membangun perbatasan antara Jerman Barat dan Jerman Timur untuk mengurangi aksi-aksi pembelotan yang dilakukan oleh rakyat Jerman Timur pada tahun 1952.
Setelah Tembok Berlin dibangun, rakyat dari negara Jerman Barat maupun Jerman Timur diharuskan untuk melewati perbatasan dengan melalui pos pemeriksaan. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan rakyat Jerman Timur untuk tidak membelot/menyusup dan bahkan banyak yang berhasil menyusup masuk kedalam Jerman Barat. Walaupun pos pemeriksaan sudah dibangun, akan tetapi jika tidak ada keperluan yang khusus/mendesak maka orang-orang dari Jerman Timur maupun Jerman Barat tidak diizinkan untuk melewati perbatasan. Setelah bertahun-tahun tembok Berlin dibangun, rasa semangat rakyat Jerman Timur yang ingin membelot ke Jerman Barat tetap masih ada.
Pada tahun 1980-an, Uni Soviet sedang mengalami masalah ekonomi yang begitu parah yang membuat rakyat Jerman Timur semakin sengsara. Pada akhirnya 9 November 1989 malam hari, pemimpin Jerman Timur yaitu Gunter Schabowski menyampaikan bahwa akan ada reformasi yang di mana rakatnya akan segera bebas melintasi perbatasan antara Jerman Timur dengan Jerman Barat tanpa adanya pemeriksaan atau keperluan yang mendesak. Mengetahui hal itu, sekitar 2 juta rakyat Jerman Timur berdesak-desakan pergi ke pos pemeriksaan pada malam itu juga dan mulai merobohkan tembok Berlin menggunakan palu godam. Membutuhkan waktu 1 bulan untuk menghancurkan tembok Berlin sepenuhnya dan setelah 1 bulan kemudianpun tembok Berlin resmi roboh secara total yang menandakan bahwa tidak ada lagi pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.
Secara keseluruhan, tembok Berlin ini bukan hanya sebagai pembatas bagian dari kedua wilayah dalam politik saja, tetapi juga menyebabkan kesenjangan sosial yang mempengaruhi kehidupan dari bagian Jerman Timur maupun Jerman Barat.




Komentar
Posting Komentar